Monday, May 3, 2010

Biarlah begitu

Melafaskan rasa bahasa diantara pengagung kesyahduannya..

Menguntai kata diantara pencipta-pencipta kalimat
puitis berselaksa makna..

Kedataran bahasaku tak terbaca
Termakan penulisan maha karya mereka

Dan aku masih saja berteman dengan kedataranku
Pada pemikiran yang selalu buntu
Berpuisi dengan terus meminjam kata
Mengarang kata tak seindah mereka

Biarlah,
Mereka berkata kalimat-kalimatku tak beriring makna
Penyajianku hanya sebatas keluh jiwa

Biarlah..
Ku ramu serbuk-serbuk jemu
Ku tabur pada hatimu hingga bertunas rasa sebu
Meranggaskan muak pada pohon jiwamu

Ah,
Aku lelah mencuba hebat
Biar aku menulis mengikuti apa mauku
Aku tak mau batinku terus bergulat
Menutupi ketidakmampuanku

Maaf,
Ku masih saja meminjam kata-kata..


"Apa yang kita sebut alam… adalah puisi tersembunyi di balik tulisan rahasia yang menakjubkan; jika kita dapat memahami rahasia itu, semestinya kita mengenali di dalamnya pengembaraan batin manusia yang dalam keterpanaan menanggalkan waham dirinya saat mencari diri." -
"Ernst Cassirer"

No comments:

Post a Comment